Senin, 09 Juli 2012

Museum Bali


1.      Museum Bali
a.       Waktu berkunjung
Hari              : Rabu
Tanggal        : 29 April 2009
Waktu          : 09.00 – 10.40 WITA
Alamat         : -
b.      Penerima      : I Gede Karya Nadi
c.       Kegiatan mahasiswa
               Kami mendengarkan ceramah atau penjelasan tentang sejarah hingga berdirinya museum Bali, observasi,  tanya jawabdan mendokumentasinya dalam bentuk foto.
d.      Informasi materi
               Museum Bali merupakan lembaga tetap dibawah dinas kebudayaan. Banyak orang datang ke museum Bali dengan tujuan : Studi, Penelitian, Rekreasi
               Pada useum ini telah di bangun 10 bangunan gedung dengan konsep arsitekturnya adalah panduan antara puri (istana) dengan pura yang pintu masuknya adalah sebuah bangunan berbentuk candi yang dinamakan candi bentar. Disini juga terdapat 3 bangunan utama, yaitu :
1)      Gedung Buleleng
         Nama gedung ini diambil dari nama daerah Kabupaten Buleleng yang telah mendirikan gedung ini dan disumbangkan kepada museum Bali.
         Gedung ini menyerupai benntuk sebuah meru (pagoda) yang lazim terdapat di Jawa dengan gaya arsitaktur Bali utara dan telah disesuaikan dengan kebutuhan museum.


2)      Gedung Karang Asem
         Nama gedung ini diambil dari daerah kabupaten Karang Asem, Bali bagian timur. Yang telah membangun gedung ini pada tahun 1925 untuk museum Bali.
         Gedung ini menyerupai bentuk sebuah bale penangkilan (balai tempat menghadap raja) dengan gaya arsitektur Bali bagian timur dikombinasikan dengan bangunan pura disesuaikan dengan kebutuhan museum.
3)      Gedung Tahanan
         Gedung ini merupakan sambungan dari keluarga puri tahanan. Gaya arsitektur yang dipakai adalah gaya tahanan yang mewakili Bali selatan. Dahullu bangunan ini berfungsi sebagai penyimpanan harta istana berupa kenda seni dan benda-benda sakral.
         Museum ini juga menyimpan berbagai macam koleksi kain Bali dan benda-benda peninggalan jaman prasejarah dan sejarah Bali. Beberapa diantara koleksi kain yaitu : kain putih, kain poleng, kain ndek, kain sangket, kain prade dan kain gringsing dari kabupaten Gringsing.
e.       Kelemahan dan kendala
            Kurang kerasnya penjelasan dari I Gede Karya Nadi tentang museum Bali dan keterbatasan waktu berkunjung       

Fakultas Sastra Univ. Udayana Jurusan Jawa Kuna

1. Fakultas Sastra Univ. Udayana Jurusan Jawa Kuna 

a.       Waktu berkunjung
Hari              : Selasa
Tanggal        : 27 April 2009
Waktu          : 08.55 – 10.40 WITA
Alamat         : Bukit Jimbaran, Sanglah 23 km selatan Denpasar
b.      Penerima      : I  Wayang Pastika (pembantu dekan I fakultas
                             sastra   udayana)
c.       Kegiatan mahasiswa
               Mahasiswa masuk ke perpustakaan di Universitas Udayana untuk melihat buku-buku sastra jawa kuna dan melihat benda-benda bersejarah, serta tanya kepada narasumber yang ada. Setelah itu para mahasiswa dikumpulkan di aula untuk mendengarkan ceramah dan penjelasan tentanng Universitas Udayana dari bapak I Wayang Pastika selaku pembantu dekan I.
d.      Informasi materi
               Universitas Udayana secara syah berdiri pada tanggal 17 Agustus 1962 merupakan perguruan tinggi yang paling tua di daerah provinsi Bali. Di universitas ini ada lab. nyastra, aula, perpustakaan dan masih banyak lainnya.
1)      Fakultas Sastra Udayana
         Fakultas sastra udayana merupakan embrio dari universitas udayana yang diresmikan P.J.M. Presiden R.I yaitu Soekarno dan dibuka oleh J.M. Menteri P.P dan Prof. Dr. Prijono pada tanggal 29 September 1958. Dan secara resmi diakui sebagai bagian dari Universitas Airlangga sejak 1 Januari 1959.
         Dulunya Fakultas Sastra Udayana hanya terdapat 3 jurusan, yaitu : arkeologi, sastra indonesia dan sastra inggris. Pada tahun 2005 ditambah 7 jurusan yaitu : bahasa inggris, bahasa jepang, arkeologi, astronomi, antropologi, sastra daerah (sastra jawa kuna dan sastra bali).
         Mahasiswa di Fakultas Sastra Udayana dibimbing untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. Perpustakaan lontar berisi :
­   Lahaning bumi Perancis yang terbuat dari lontar.
­   Dasar lontar yang hanya gambar disebut tarasi
­   Daun lontar yang berupa tulisan disebut lontar.
­   Jenis lontar mengenai pengobatan disebut usade
         Prospek dari Fakultas ini adalah diharapkan mahasiswa yang telah selesai studi bisa menulis diatas daun lontar. Dalam satu angkatan berjumlah 33 orang di fakultas ini juga terdapat sebagian peninggalan zaman pra-hindu.
2)      Sastra daerah (jurusan jawa kuna)
         Sastra daerah terbagi menjadi 2 yaitu jurusan sastra Bali dan jurusan sastra jawa kuna. Yang sebenarnya awal berdirinya ke-2 jurusan tersebut pada bulan September 1958 terpisah, tetapi pada tahun 1984 ke-2 jurusan tersebut digabung menjadi jurusan sastra daerah. Spesifikasi progam studi sastra daerah itu sendiri menekankan pada aspek jawa kuna dan Bali. Selain itu pada jurusan sastra daerah juga terdapat himpunan kemahasiswaan (organissasi) yang disebut KAMASADA.
3)      Kurikulum
­   Kuliah hanya sampai semester ke-7
­   Maksimal 144 SKS sampai dengan semester ke-7
­   Akreditasi masih C
144 SKS dibagi menjadi :
­   MPK dan kepribadian 12 SKS
­   MP ilmu kepribadian 16 SKS
­   MP berkehidupan bermsyarakat 6 SKS
­   MP berkarya 64 SKS
­   MP berperilaku berkarya 12 SKS
e.       Kelemahan dan kendala
               Tidak adanya area parkir yang cukup luas di Universitas Udayana, sehingga kami berjalan kaki untuk menuju Universitas Udayana.

Tari Barong dan Rangda


1.      Tari Barong dan Rangda
a.       Waktu berkunjung
Hari              : Selasa
Tanggal        : 28 april 2009
Waktu          : 11.10 – 14.30 WITA
Alamat         : Celuk, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar
b.       Kegiatan mahasiswa
               Melihat pementasan tari barong dan rangda, disamping itu kami juga mendengarkan penjelasandari pemandu dan mendokumentasinya.
c.      Informasi materi
               Tari barong dan rangda adalah tarian yang menggambarkan pertarungan yang tiada akhir antara kebajikan dan keburukan. Barong adalah binatang purbakala yang melukiskan kebajikan dan rangda adalah binatang purbakala yang maha dahsyat yang menggambarkan keburukan atau kebatilan.
               Tarian ini merupakan proses seleralisasi, ini penting karena perwujudan barong dan rangda akan menampakan nilai magisnya sehingga masyarakat merasa dekat secara spiritual.
d.       Kelemahan dan kendala
               Keterbatasan waktu berkunjung, kurangnya tempat duduk untuk penonton dan kami tidak bisa memahami bahasa yang digunakan dalam pementasan itu.

Odalan


1.      Odalan

a.       Waktu Berkunjung
Hari : Senin
Tanggal        : 27 April 2009
Waktu          : 15.45 – 17.00 WITA
Alamat         : -
b.      Penerima      : Beli Ketut Juna
c.       Kegiatan Mahasiswa
               Sebelum memasuki tempat odalan kami diharuskan memakai sarung dan ikat kepala bagi laki-laki dan selendang bagi wanita. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati masyarakat disitu (mengikuti/melihat odalan). Selain itu kami juga mendengarkan ceramah dan mengajukan beberapa pertanyaan, kemudian kami dipersilahkan masuk untuk melihat kegiatan odalan dan kami juga diijinkan untuk mengambil beberapa gambar sebagai dokumentasi.
d.      Informasi Materi
               Odalan merupakan sebuah tradisi di Bali yang benar-benar dihormati dan sakral. Bagi wanita yang sedang berhalangan dilarang masuk, karena tempat odalan ini benar-benar dianggap suci.
               Menurut pak Wayang odalan berasal dari kata medal (keluar) dan oton yang artinya datangnya. Di odalan ada yang dinamakan radhite sama dengan minggu atau dewa matahari sedangkan soma sama dengan senin atau dewa bulan, pasaran (odalan) jatuh atau bergantian setiap 5 hari sekali.
               Tempat ibadah orang hindhu (pura) terdapat 3 tingkatan yang disebut dengan tri Mandala :
1)      Madyaning Mandala
         Tempat yang dianggap paling suci dan tidak setiap orang boleh masuk.
2)      Mandala Utama
         Tempat untuk melakukan ibadah dan bagi wanita yang sedang berhalangan dilarang masuk.
3)      Nistaning Mandala
         Tempat bagi mereka yang dikatakan belum suci atau masih kotor.
               Tapi dalam odalan ke-3 tingkatan atau tri mandala tidak berlaku. Bagi orang Hindu terdapat 3 hukum alam yaitu:
­   Adyaksa Pramana
­   Dityaksa Pramana
­   Adapa Pramana
                                 Odalan terdiri dari beberapa tahapan:
1)      Sakala dan niskala (nyata dan tidak nyata)
2)      Upacara kebeiji
               Upacara di Bali tidak luput dari upacara air (memohon air)
3)      Puncak upacara odalan
4)      Penejangan, pependetan, tari wewaliyan.
5)      Bersembahyan bersama (acara penutup)
e.       Kelemahan atau kendala
               Jalan raya yang sempi, yang cukup menjadi kendala dalam perjalanan menuju tempat odalan. Dan tidak adanya tempat parkir, keterbatasan waktu berkunjung, kurang kerasnya nara sumber dalam memberikan penjelasan serta sempitnya tempat odalan. Sehingga membuat mahasiswa berdesak-desakan memasuki tempat odalan karena itu dibatasi 10 anak tiap memasuki tempak odalan.