Rabu, 11 Juli 2012

Desa Adat di Provinsi Bali

1.      Desa Adat di Provinsi Bali
a.       Waktu berkunjung
Hari              : Selasa
Tanggal        : 28 April 2009
Waktu          : 11.10 – 14.30 WITA
Alamat         : Tenganan Kec. Manggis, Kab. Karang Asem
b.      Penerima      : Bapak Nyoman Yade
c.       Kegiatan mahasiswa
               Melihat tarian barong, mendengarkan penjelasan mengenai desa adat oleh pemangku adat, mengajukan pertanyaan dan mengambil gambar sebagai dokumentasi.
d.      Informasi materi
               Desa adat atau desa Batu Bulan terletak di Tenganan kecamatan Manggis, kabupaten Karang Asem. Bapak Nyoman Yode selaku pendesa yang mengkoordinir 3 desa adat. Kepala di desa Adat disebut Prebengke, desa Adat atau Batu Bulan dibagi menjadi 3 :
1)      Desa Adat Tegaltamu
         Terdiri dari 2 banjar yaitu banjar pengembangan dan banjar tegaltamu.
2)      Desa Adat Jero Kuta
         Desa Adat ini terdiri dari 7 banjar yaitu banjar tegaljaya, banjar denjalan, banjar pagutan kaja, banjar pagutan kelod, banjar batur, peganbangan dan banjar telabah.
3)      Desa Adat Dlod Tukod
         Desa ini juga terdiri dari 7 banjar yaitu banjar buitan, banjar kalah, banjar tubuh, banjar tegehe, banjar menguntur dan banjar sasih.
e.       Kelemahan atau kendala
               Kurangnya waktu tanya jawab, cuaca yang panas sehingga ngantuk dan kurangnya tempat duduk.

Senin, 09 Juli 2012

Dinas Kebudayaan Prov. Bali


1.      Dinas Kebudayaan Prov. Bali
a.       Waktu berkunjung
Hari              : Selasa
Tanggal        : 28 April 2009
Waktu          : 09.00 – 10.40 WITA
Alamat         : -
b.      Penerima               : Bapak Mayan
c.       Kegiatan mahasiswa
               Kegiatan yang kami lakukakan adalah mengambil gambar sebagai dokumentasi, melihat foto-fotomengenai kebudayaan Bali yang terpampang dalam ruangan dan mengambil panflet yang telah disediakan.
d.      Informasi materi
               Kebudayaan Bali mempunyai akar sejarah yang panjang berintikan nilai-nilai luhur yang dijiwai oleh agama Hindu mencakkup unsur-unsur yang sangat luas. Secara tradisi didalamnya tercakup tradisi kecil pra-Hindu, tradisi besar Hindu dan tradisi modern, hal ini membuat kebudayaan Bali secara hakiki memiliki jati diri yung jelas. Nilai-nilai inti kebudayaan Bali selama berabad-abad tampak dalam warisan budaya yang masih hidup hingga hari ini, dengan agama Hindu sebagai jiwanya hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan kebudayaan Bali. Hal ini membuat masyarakat Bali pedoman “kebudayaan sebagai payung pembangunan fisik, sosial dan pariwisata secara berkelanjutan”
               Masyarakat Bali mempunyai tekad yang sangat kuat dalam pelestarian warisan budaya. Tekad inni terwujud pada level mikro (keluarga), mezzo (desa adat) dan makro (daerah) dengan partisipasi publik dan konsep Bhineka Tunggal Ika. Dalam mewujudkan kesejahteraan, masyarakat Bali juga bertekad untuk mewujudkan kemakmuran yang lebih tinggi melalui upaya-upay ekonomis, kepariwisataan dan teknologi. Kemauan ekonomis ini membawa implikasi adanya neragam peluang dan tekanan bagi lingkungan serta budaya. Upaya strategis untuk mengantisipasi peluang dan menjawab tekanan adalah melalui pelestarian warisan budaya dan mengembangkan perkembangan paradigma pembangunan berwawasan budaya. Tugas unit Dinas Kebudayaan Bali terhadap pelestarian budaya adalah :
1.      Mendukung langkah-langkah lembaga pelestarian.
2.      Memberikan saran pelestarian ke desa adat dan pihak swasta.
3.      Memberikan saran kebijakan dan petunjuk teknis.
4.      Menyiapkan survey ke wilayah warisan budaya.
5.      Mengembangkan misi pendidikan tentang pelestarian.
6.      Menyusun strategi terhadap masuknya investor.
e.       Kelemahan dan kendala
               Kendala utama kami adalah tidak adanya pemandu yang menjelaskan tentang kebudayaan Bali dan terlalu sedikitnya pamflet yang dibagikan kepada mahasiswa.

Museum Bali


1.      Museum Bali
a.       Waktu berkunjung
Hari              : Rabu
Tanggal        : 29 April 2009
Waktu          : 09.00 – 10.40 WITA
Alamat         : -
b.      Penerima      : I Gede Karya Nadi
c.       Kegiatan mahasiswa
               Kami mendengarkan ceramah atau penjelasan tentang sejarah hingga berdirinya museum Bali, observasi,  tanya jawabdan mendokumentasinya dalam bentuk foto.
d.      Informasi materi
               Museum Bali merupakan lembaga tetap dibawah dinas kebudayaan. Banyak orang datang ke museum Bali dengan tujuan : Studi, Penelitian, Rekreasi
               Pada useum ini telah di bangun 10 bangunan gedung dengan konsep arsitekturnya adalah panduan antara puri (istana) dengan pura yang pintu masuknya adalah sebuah bangunan berbentuk candi yang dinamakan candi bentar. Disini juga terdapat 3 bangunan utama, yaitu :
1)      Gedung Buleleng
         Nama gedung ini diambil dari nama daerah Kabupaten Buleleng yang telah mendirikan gedung ini dan disumbangkan kepada museum Bali.
         Gedung ini menyerupai benntuk sebuah meru (pagoda) yang lazim terdapat di Jawa dengan gaya arsitaktur Bali utara dan telah disesuaikan dengan kebutuhan museum.


2)      Gedung Karang Asem
         Nama gedung ini diambil dari daerah kabupaten Karang Asem, Bali bagian timur. Yang telah membangun gedung ini pada tahun 1925 untuk museum Bali.
         Gedung ini menyerupai bentuk sebuah bale penangkilan (balai tempat menghadap raja) dengan gaya arsitektur Bali bagian timur dikombinasikan dengan bangunan pura disesuaikan dengan kebutuhan museum.
3)      Gedung Tahanan
         Gedung ini merupakan sambungan dari keluarga puri tahanan. Gaya arsitektur yang dipakai adalah gaya tahanan yang mewakili Bali selatan. Dahullu bangunan ini berfungsi sebagai penyimpanan harta istana berupa kenda seni dan benda-benda sakral.
         Museum ini juga menyimpan berbagai macam koleksi kain Bali dan benda-benda peninggalan jaman prasejarah dan sejarah Bali. Beberapa diantara koleksi kain yaitu : kain putih, kain poleng, kain ndek, kain sangket, kain prade dan kain gringsing dari kabupaten Gringsing.
e.       Kelemahan dan kendala
            Kurang kerasnya penjelasan dari I Gede Karya Nadi tentang museum Bali dan keterbatasan waktu berkunjung