Senin, 09 Juli 2012

Tari Barong dan Rangda


1.      Tari Barong dan Rangda
a.       Waktu berkunjung
Hari              : Selasa
Tanggal        : 28 april 2009
Waktu          : 11.10 – 14.30 WITA
Alamat         : Celuk, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar
b.       Kegiatan mahasiswa
               Melihat pementasan tari barong dan rangda, disamping itu kami juga mendengarkan penjelasandari pemandu dan mendokumentasinya.
c.      Informasi materi
               Tari barong dan rangda adalah tarian yang menggambarkan pertarungan yang tiada akhir antara kebajikan dan keburukan. Barong adalah binatang purbakala yang melukiskan kebajikan dan rangda adalah binatang purbakala yang maha dahsyat yang menggambarkan keburukan atau kebatilan.
               Tarian ini merupakan proses seleralisasi, ini penting karena perwujudan barong dan rangda akan menampakan nilai magisnya sehingga masyarakat merasa dekat secara spiritual.
d.       Kelemahan dan kendala
               Keterbatasan waktu berkunjung, kurangnya tempat duduk untuk penonton dan kami tidak bisa memahami bahasa yang digunakan dalam pementasan itu.

Odalan


1.      Odalan

a.       Waktu Berkunjung
Hari : Senin
Tanggal        : 27 April 2009
Waktu          : 15.45 – 17.00 WITA
Alamat         : -
b.      Penerima      : Beli Ketut Juna
c.       Kegiatan Mahasiswa
               Sebelum memasuki tempat odalan kami diharuskan memakai sarung dan ikat kepala bagi laki-laki dan selendang bagi wanita. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati masyarakat disitu (mengikuti/melihat odalan). Selain itu kami juga mendengarkan ceramah dan mengajukan beberapa pertanyaan, kemudian kami dipersilahkan masuk untuk melihat kegiatan odalan dan kami juga diijinkan untuk mengambil beberapa gambar sebagai dokumentasi.
d.      Informasi Materi
               Odalan merupakan sebuah tradisi di Bali yang benar-benar dihormati dan sakral. Bagi wanita yang sedang berhalangan dilarang masuk, karena tempat odalan ini benar-benar dianggap suci.
               Menurut pak Wayang odalan berasal dari kata medal (keluar) dan oton yang artinya datangnya. Di odalan ada yang dinamakan radhite sama dengan minggu atau dewa matahari sedangkan soma sama dengan senin atau dewa bulan, pasaran (odalan) jatuh atau bergantian setiap 5 hari sekali.
               Tempat ibadah orang hindhu (pura) terdapat 3 tingkatan yang disebut dengan tri Mandala :
1)      Madyaning Mandala
         Tempat yang dianggap paling suci dan tidak setiap orang boleh masuk.
2)      Mandala Utama
         Tempat untuk melakukan ibadah dan bagi wanita yang sedang berhalangan dilarang masuk.
3)      Nistaning Mandala
         Tempat bagi mereka yang dikatakan belum suci atau masih kotor.
               Tapi dalam odalan ke-3 tingkatan atau tri mandala tidak berlaku. Bagi orang Hindu terdapat 3 hukum alam yaitu:
­   Adyaksa Pramana
­   Dityaksa Pramana
­   Adapa Pramana
                                 Odalan terdiri dari beberapa tahapan:
1)      Sakala dan niskala (nyata dan tidak nyata)
2)      Upacara kebeiji
               Upacara di Bali tidak luput dari upacara air (memohon air)
3)      Puncak upacara odalan
4)      Penejangan, pependetan, tari wewaliyan.
5)      Bersembahyan bersama (acara penutup)
e.       Kelemahan atau kendala
               Jalan raya yang sempi, yang cukup menjadi kendala dalam perjalanan menuju tempat odalan. Dan tidak adanya tempat parkir, keterbatasan waktu berkunjung, kurang kerasnya nara sumber dalam memberikan penjelasan serta sempitnya tempat odalan. Sehingga membuat mahasiswa berdesak-desakan memasuki tempat odalan karena itu dibatasi 10 anak tiap memasuki tempak odalan.

Bali Clasical Center (BCC)


1.      Bali Clasical Center (BCC)

a.       Waktu  Berkunjung
Hari              : Senin
Tanggal        : 27 April 2009
Waktu          : 13.10 – 15.00 WITA
Alamat         : Banjar Nyuhkuning, Perkampungan Seniman Ubud,  
                       Kabupaten Gianyar.
b.       Kegiatan Mahasiswa
               Kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain melihat berbagai macam tarian, seperti : tarian sekar jagad (penyambutan), tarian cendrawasih, tarian topeng, tarian jauk manis, tarian barong macam dan tarian pergaulan. Selain itu juga mendengarkan penjelasan pemandu, dialog interatif, observasi dan mengambil gambar sebagai dokomentasi.
c.      Informasi Materi
               Bali Clasical Center (BCC) merupakan objek wisata buatan yang tidak kalah menariknya untuk mengundang wisatawan yang sedang berlibur ke Bali. BCC yang disebut sebagai “Bali Mini” berlokasi di Banjar Nyuhkuning, Perkampungan Seniman Ubud, Kabupaten Gianyar.
               BCC dibangun diatas hamparan seluas 5 hektar dan beroperasi sejak Juli 2007. Tempat ini menyuguhkan atraksi seni budaya dan tradisi kehidupan masyarakat setempat seperti proses pembuatan merangkai janur (banten) dan penngolahan hasil-hasil pertanian secara tradisional.
               Biasanya para pengunjung akan ditawari semacam paket untuk mengunjugi fasilitas dan menyaksikan berbagai pertunjukan di BCC. Isi dari paket itu dimulai dengan sambutan selamat datang oleh blenganjur (orkes tradisional Bali) dan akan mengantarkan pengunjung menuju museum Panca Yaduya. Hal ini berlaku untuk rombongan pengujung minimal 80 orang. Jika kurang sambutan akan dilakukkan Pagar Ayu daan Pagar Bagus dari BCC.
               Dalam kunjungan kami di BCC dipentaskan berbagai macam tari, antara lain :
1)      Tari Sekar Jagad (penyambutan)
         Tari ini ditunjukan untuk menyambut tamu (wisatawan) yang berkunjunng di BCC.
2)      Tarian Cendrawasih
         Tarian ini menceritakan tentang sepasang burung (cendrawasih) yang sedang berkasih-kasihan. Tarian cendrawasih merupakan hasil kreatifitas yang dipadu dengan musik Bali pada tahun 80-an.
3)      Tarian topeng dan Jauk Manis dari dewa syiwa (dewa perusak)
         Kedua tarian ini khusus diperankan oleh laki-laki yang masih perjaka.
4)      Tarian Barong Macan
         Merupakan tarian barong yang mengambil karakter hewan macan. Filosofi tarian barong macan mengandung makna mampu menciptakan perdamaian semua barong di Bali.


5)      Tarian Pergaulan (keakraban)
         Tarian ini merupakan tarian untuk mengakrabkan pengunjung. Pada tari ini ada beberapa orang yang diberi kehormatan untuk menari bersama, yaitu :
§  Bapak Bengat dan H.R. Utami, M.Hum.
§  Danang Sigit N. A. dan Indri
§  Lina W. dan Azis
6)      Tarian Barong Babi
         Merupakan tarian barong yang mengambil karakter hewan babi. Fillosofi tarian barong babi mempunyai kepercayaan jika kita memberi uang berapapun jumlahnya akan membuat hewan piaraan dirumah akan selamat.
d.       Kelemahan atau Kendala
               Keterbatasan waktu berkunjung, kurangnya pamflet yang dibagikan kepada mahasiswa, kurangnya tempat duduk untuk menonton pentas tari dan kamar kecil yang kurang memadai.

Rabu, 04 Juli 2012

TINGKAT PENCAPAIAN BELAJAR KONSEP


A      Pengertian Tingkat Pencapaian Belajar Konsep
              Belajar dapat diartikan merupakan proses paling penting bagi manusia dan ia mencakup   
      segala sesuatu yang difikirkan dan dikerjakan.
Konsep menurut KBBI berarti rancangan konsep dapat dilambangkan dalam bentuk suatu kata yang mewakili suatu kelas objek kejadian, kegiatan atau hubungan yang mempunyai atribut yang sama, sedangkan belajar konsep merupakan hasil utama pendidikan, konsep merupakan hasil utama pendidikan, konsep – konsep merupakan batu – batu pembangun ( building  blocks ) berfikir, konsep merupakan dasar bagi proses – proses mental yang lebih tinggi untuk merumuskan prinsip – prinsip dan generalisasi – generalisasi untuk memecahkan masalah seorang siswa harus mengetahui aturan – aturan yang relevan dan aturan – aturan ini didasarkan pada konsep – konsep.

A      Tingkat – tingkat pencapian konsep
Pengembangan konsep – konsep melalui suatu seri tingkatan. Tingkat – tingkat itu mulai dengan hanya mampu menunjukkan suatu contoh dari suatu konsep hinga dapat sepenuhnya menjelaskan ateibut-atribut konsep. Kita tidak mencapai semua konsep kita pada tingkat yang sama. Sebagian besar dari kita dapat menjelaskan secara sempurna atribut-ateibut dari konsep buku. Walaupun penjelasan – penjelasan kita berbeda, kita masih dapat mengkomunikasikan definisi yang adekuat pada orang lain.Mungkin kita pernah mengalami waktu seseorang menanyakan konsep kita tentang suatu kata, kita dapat menghubungkan kata itu pada konsep – konsep yang lain, atau menggunakannya dalam suatu kalimat, tetapi tidak dapat mendefinisikannya secara formal. Kita mencapai konsep – konsep pada tingkat – tingkat yang berbeda.
Klausmeier ( 1977 ) menghipotesiskan, bahwa ada empat tingkat pencapaian konsep. Tingkat – tingkat ini muncul dalam urutan yang invarian. Orang sampai pada pencapaian tingkat tertinggi dengan kecepatan yang berbeda – beda, dan ada kondep – konsep yang tidak pernah tercapai pada tingkat yang paling tinggi. Konsep – konsep yang berbeda dipelajari pada usia – usia yang berbeda. Dari teori perkembangan piaget kita mengetahui, bahwa anak – anak yang masih kecil baru dapat belajar konsep – konsep konkret, sedangkan konsep – konsep yang lebih sulit atau lebih abstrak dipelajari setelah mereka besar.
Empat tingkat pencapaian konsep menurut Klausmeier adalah tingkat konkret, tingkat identitas, tingkat klasifikasi ( Classificatory ), dan tingkat formal. Ia menerapkan tingkatan – tingkatan ini hanya pada konsep – konsep yang mempunyai lebih dari satu contoh, yang mempunyai contoh – contoh yang dapat diamati, atau wakil – wakil ( representations ) dari contoh – contoh dan konsep – konsep ini didefinisikan dalam atribut – atrbut. Konsep – konsep relasional dan kosep – konsep lain mungkin mempunyai hanya sebagian dari kualitas – kualitas ini, jadi mungkin konsep – konsep itu mengikuti pola pencapaian yang berbeda. Namun konsep – konsep yang diajarkan dr sekolah pada umumnya memenuhi persyaratan yang dikemukakan oleh Klausmeier. Uraian tentang empat ( 4 ) tingkat pencapaian konsep Klausmeier sebagai berikut:
1.      Tingkat Konkret
Kita dapat menyimpulkan, bahwa seseorang telah mencapai kosep pada tingkat konkret, apabila orang itu mengenal suatu benda yang telah dihadapinya sebelumnya. Seorang anak kecil yang pernah memperoleh kesempatan bermain dengan mainan, dan ia membuat respons yang sama waktu ia melihat mainan itu kembali, telah mencapai konsep tingkat konkret.
Ciri – ciri penempatan konsep tingkat konkrit adalah sebagai berikut:
a.       Harus dapat mengenal benda
b.      Dapat membedakan benda dari berbagai stimulus – stimulus dilingkungan
c.       Menyajikan benda sebagai gambaran mental
d.      Menyimpan gambaran mental itu
2.      Tingkat Identitas
Pada tingkat identitas, seorang akan mengenal suatu objek ( a ) sesudah selang suatu waktu, ( b ) bila orang itu mempunyai orientasi ruang ( spatial orientations ) yang berbeda terhadap objek itu, atau ( c ) bila objek itu  ditentukan melalui suatu cara indera ( sense modality ) yang berbeda, misalnya mengenal suatu bola dengan cara menyentuh bola itu dengan melihatnya.
Selain ketiga operasi yang dibutuhkan untuk pencapaian tingkat konkret, yaitu ; memperhatikan, mendiskriminasikan dan mengingat siswa harus dapat mengadakan generalisasi, untuk mengenal bahwa dua bentuk atau lebih yang identik dari benda yang sama adalah anggota dari kelas yang sama. Ada ahli psikologi yang menggunakan istilah – istilah yang berbeda untuk menunjukkan dua tingkat pencapaian konsep ini. Gagne (1976) menggunakan istilahdiskriminasi untuk tingkat konkret, dan generalisasi dari diskriminasi untuk tingkat identitas.
3.      Tingkat Klasifikasi ( Clasificatory )
Pada tingkat klasifikatori, siswa mengenal persamaan ( Equivalence ) dari dua contoh yang berbeda dari kelas yang sama. Walaupun siswa itu tidak dapat menentukan kriteria atribut maupun menentukan kata yang dapat mewakili konsep itu, ia dapat mengklasifikasikan contoh – contoh dan non contoh – non contoh dari konsep, sekalipun contoh – contoh dan non contoh – non contoh itu mempunyai banyak atribut – atribut yang mirip.
Operasi mental tambahan yang terlibat dalam pencapaian konsep pada tingkat klasifikatori ialah mengadakan generalisasi bahwa dua contoh atau lebih sampai batas – batas tertentu itu ekuivalen. Dalam opersi mental ini siswa berusaha untuk mengabstraksi kualitas – kualitas yang sama yang dimiliki oleh objek – objek itu.
4.      Tingkat Formal
Untuk pencapaian konsep pada tingkat formal, siswa harus dapat menentukan atribut – atribut yang membatasi konsep. Kita dapat menyimpulkan bahwa siswa telah mencapai suatu konsep pada tingkat formal, bila siswa itu dapat memberi nama konsep itu, mendefinisikan konsep itu dalam bentuk atribut – atribut, mendeskriminasi dan memberi nama atribut – atribut yang membatasi, dan mengevaluasi atau memberikan secara verbal contoh – contoh dan non contoh dari konsep.
Lebih jauh, Klausmeier menyebutkan operasi bersifat induktif dan deduktif pada pencapaian konsep tingkat formal. Sifat induktif ada dua macam yaitu pertama,siswa merumuskan aturan – aturan dari peristiwa – peristiwa dengan beberapa contoh positif yang berbeda, dan kedua , merumuskan dan menguji serta memperbaiki hipotesis – hipotesis kemudian, sifat deduktif mirip dengan asimilasi konsep ( seperti pada cara memperoleh konsep )


A.    Kesimpulan
Belajar merupakan proses paling penting bagi manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang di fikirkan dan dikerjakan, konsep –konsep merupakan batu – batu pembangunan ( building blocks ) berpikir bagi proses – peoses mental yang lebih tinggi untuk merumuskan prinsip – prinsip dan generalisasi untuk memecahkan masalah seorang siswa.
Dalam konsep ini Klausmeier ( 1977 ) mengemukakan ada 4 tingkat pencapaian belajar konsep. Konsep tersebut hanya mampu menunjukkan suatu contoh dan dapat menjelaskan atribut – atribut konsep, walaupun penjelasan kita berbeda. Kita masih dapat mengkombinasikan definisi yang dekat pada orang lain.
Tingkat pencapaian belajar konsep yaitu tingkat konkret, tingkat identitas, tingkat kladifikasi dan tingkat formal. Konsep – konsep yang diajarkan disekolah pada umumnya memenuhi persyaratan yang dikemukakan oleh Klausmeier diatas.
Klausmeier juga menyebutkan ada dua operasi yaitu operasi induktif dan operasi deduktif. Keduanya juga bersngkutan dengan tingkat – tingkat pencapaian belajar konsep.



DAFTAR PUSTAKA


Dahar, Ratna wilis.1989. Teori – Teori Belajar. Jakarta : Erlangga
Thanthowi Ahmad, Drs 1993. Psikologi Pendidikan. Bandung : Angkasa
Tri Anni Catharina, Drs Mpd. Dkk. 2006. Psikologi Belajar. Semarang UNNES PRESS


Sabtu, 30 Juni 2012

PENGERTIAN MOTIVASI

MOTIVASI
 

A.    Pengertian Motivasi
          Istilah motivasi mungkin menunjuk pada semua gejala yang terkandung dalam stimulasi tindakan kearah tujuan tertentu dimana sebelumnya tidak ada gerakan menuju kearah tujuan tersebut. Motivasi dapat beupa dorongan-dorongandasar atau internal dan insentif diluar individu. Sebagai sutau masalah didalam kelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan dan mengontrol minat-minat.
          Para pakar psikologi telah mengorganisir dan menyederhanakan pengetahuan yang diperoleh dari penelitian berkenaan dengan motivasi siswa dan guru telah memperoleh beberapa saran praktis tentang kohesevitas dan konsistensi penggunaan motivasi didalam pembelajaran namun pengetahuan tentang motivasi itu kadang-kadang saling bertentangan. Alhasil sebagian guru ada yang mendasarkan kepada apa yang secara tradisional digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar sisw/ seperti intuisi, akal sehat dan coba-coba.
          Pendekatan tradisional ini sering kali menimbulkan ketergantungan guru terhadap panduan kurikulum yang cenderung bersifat kaku dan tidak kontekstual. Kondisi tersebut akan mempersulit guru dalam didalam memotivasi siswa. Sebab tanpa keterpaduan model dan teori motivasi yang terorganisir dalam membangun ketrampilan motivasional, guru tidak dapat mengubah pratiknya secara mudah an motivasi yang dipelajari berdasarkan pada pengalaman kerja dan kuliah formal kadang-kadang tidak berhubungan dengan pembelajaran yang diimpleentasika. Oleh karena itu diperlukan adanyapengorganisir teori motivasi secara terpadu dengan kondisi lapangan.
          Sebagaimana telah dinyatakan bahwa motivasi merupakan komponen paling penting dalam belajar dan merupakan komponen yang paling sukar untuk diukur, karena motivasi merupakan salah satu perkembangan kuantitas bukanlah pertubuhan sperti yang terjadi pada fisik manusi, sehingga motivasi tidak dapat diukur.
          Menurut Slavin motivasi merupakan proses internal yang mengaktifkan, memandu dan memelihara perilaku seseorang secara terus menerus. Dalam pengertian iini intensitasdan arah motivasi dapat bervariasi. Misalnya dalam pembelajaran bahasa indonesia seorang siswamungkin termotivasi untuk belajar menulis puisi, bacaan atau termotivasi uuntnuk menguasai struktur kalimat. 
          Menurut Mc Donald motivasi adalah sutu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Dalam pengertian ini motivasi mempunyai dua komponem yaitu :
a.                    Komponen dalam (inner component)
       Perubahan di dalam diri seseorang, keadaan merasa tidak puas dan ketegangan psikologis atau suatu kebutuhan yang hendak dipuaskan.
b.                    Komponen luar (outer component)
       Sesuatu yang diinginkan seseorang, tujuan yang menjadi arah kelakuannya dan komponen luar merupakan tujuan yang hendak dicapai.
        Menurut Muhammad Surya dalam bukunya psikologi konseling mengatakan bahwa motivasi dapat diartikan sutu dorongan untuk mewujudkan perilaku tertentu yang terarah kepada suatu tujuan tertentu.

Motivasi mempunyai  tiga karakteristik antara lain :
1.                   Sebagai hasil dari kebuthan
2.                   Terarah kepada suatu tujuan
3.                   Menmpang perilaku
            Motivasi dapat dijadikan sebagai dasar penafsiran, penjelasan dan penaksiran perilaku. Motif timbul karena adanya kebutuhan yang mendorong individu untuk melakuakan tindakan yang terarah kepada pencapaian suatu tuuan. Dalam bentuk sedaehana motivasi dapat digambarkar dalam kerangka motif – perilaku – tujuan.
                             Namun kerangka tersebut tidak sesederhana yang digambarkan, karena dalam kenyataannya motivasi itu merupakan suatu proses yang kompleks sesuai dengan kompleksnya konndisi perilaku manusi dengan segala aspek-aspek yang terkait baik eksternal maupun internal.
                 Ada 5 hal yang menjadi alasan bahwamotivasi merupakan suatu proses yang kompleks :
Ø  Motif yang menjadi sebab dari tindakan seseorang itu tidak dapat diamati akan tetapi hanya dapat diperkirakan.
Ø  Individu mempunyai kebutuhan atau harapan yang senantiasa berubahdan berkelanjutan.
Ø  Manusia memuaskan kebutuhannya dengan bermacam-macam cara.
Ø  Kepuasan dalam satu kebutuhan tertentu dapat mengarah kepada intensitas kebutuhan.
Ø  Perilaku yangmengarah kepada tujuan tidak selamanya dapat menghasilkan kepuasan.
            Menurut Alex Sobar dalam bukunya yang berjudul Psikologi umum mengatakan bahwa sebenarya motivasi merupakan istilah yang lebih umum yang menunjuk pada seluruh proses gerakan termasuk situasi yang mendorong, dorongan yang timbul dalam diri individu tingkah laku yang ditimulkannya dan tujuan atau akhir dari gerakan atau perbuata. Karena itu bisa juga dikatakan bahwa motivasi itu berarti membangkitkan motif, membangkitkan daya gerak atau menggerakan seseorang atau diri sendiri untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai suatu kepuasan atau tujuan.